Kamis, 30 Agustus 2012
Lapangan Golf Bisa Hilangkan Situs Kerajaan Lamuri
Kompas.com
Kamis, 21 Juni 2012 | 01:38 WIB
BANDA ACEH, KOMPAS.com--Pemerintah Aceh akan mengkaji informasi yang menyebutkan ancaman hilangnya situs bersejarah bekas kerajaan Lamuri menyusul rencana pembangunan lapangan golf di kawasan Bukit Lamreeh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
"Saya akan meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk mengkaji dan mempelajari terhadap temuan atau laporan tersebut," kata Sekda Aceh Teuku Setia Budi di Banda Aceh, Rabu.
Usai peluncuran buku biografi "Harun Keuchik Leumiek Penyelamat Warisan Budaya", Sekda mengatakan, pihaknya akan mencarikan jalan keluar terhadap temuan sebuah lembaga tersebut.
"Yang kita perlu adanya pembuktian, apakah betul lapangan golf yang direncanakan dibangun itu mengenai situs kerajaan Lamuri. Tolong diberikan bukti kepada kita untuk kemudian dikaji ulang," kata Teuku Setia Budi.
Sekda juga menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Besar terkait laporan tentang rencana pembangunan lapangan golf yang dikhawatirkan mengenai lokasi situs kerajaan Lamuri tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) menolak pembangunan lapangan golf di Bukit Lamreh karena dibangun di kawasan bersejarah Kerajaan Lamuri yang pernah jaya di abad ke-10.
"Kami dengan tegas menolak pembangunan lapangan golf tersebut di situs bersejarah peninggalan Kerajaan Lamuri," kata Sekretaris Mapesa Muhajir.
Ia mengatakan, luas situs bersejarah Kerajaan Lamuri di Bukit Lamreh mencapai 200 hektare. Seluas 100 hektare di antaranya dibangun lapangan golf.
"Izin pembangunan lapangan golf tersebut diberikan kepada investor asal China yang kabarnya akan menanamkan modal mencapai Rp120 miliar," katanya.
Menurut dia, jika lapangan golf tersebut tetap dilanjutkan maka jejak Kerajaan Lamuri bakal hilang. Padahal, Kerajaan Lamuri merupakan cikal bakal Kesultanan Aceh yang pernah jaya mulai abad ke-13 masehi.
Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar