Kamis, 30 Agustus 2012

Kondisi Benteng Peninggalan Sejarah Aceh Memprihatinkan

AntaraAntara – Sel, 10 Jan 2012 Banda Aceh (ANTARA) - Kondisi benteng Iskandar Muda dan Indrapatra di pesisir laut Selat Malaka Kecamatan Masjid Raya, Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar sangat memprihatinkan akibat tidak ada perawatan yang baik dari pihak terkait. "Sudah banyak batu-batu di tembok benteng Iskandar Muda yang rontok sendiri dan tidak diperbaiki, sayang sekali aset sejarah ini tidak terawat dengan baik," kata penduduk setempat, Muhammad di Desa Blandeh Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar, Selasa. Ditemui di lokasi benteng yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada abad 16 masehi itu ia berharap pihak terkait untuk menjaga dan merawat bangunan sejarah Aceh itu. Kondisi dinding bangunan berbentuk segi empat yang berada di pinggir laut Selat Malaka dipenuhi lumut bahkan ada batu tembok yang dibiarkan hancur. "Pada masa lalu benteng yang dibangun Sultan Iskandar Muda untuk melindungi wilayah kekuasaannya dari serangan Belanda dan Portugis, kasihan aset sejarah seperti ini tidak dirawat dengan baik," kata nelayan itu. Selain Benteng Iskandar Muda, kondisi benteng Indra Patra yang juga berada di pesisir Selat sangat memprihatinkan bahkan dua dari empat bangunan benteng telah hancur dan hanya meninggalkan fondasi. Selain itu sekitar 500 meter pagar yang mengelilingi benteng Indrapatra juga roboh akibat digerus ombak dan dihantam ombak pasang. "Pagar sekaligus pengaman situs wisata sejarah Benteng Indra Patra rusak akibat hantaman gelombang pasang sejak pada pertengahan Desember 2012 lalu," kata seorang warga Ladong Azmi (37). Benteng Indra Patra yang terletak tepat di pinggir pantai merupakan benteng peninggalan Kerajaan Hindu yang diperkirakan dibangun oleh Putra Raja Harsha sekitar tahun 604 Masehi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar