Kamis, 30 Agustus 2012
Anggota DPRA Curiga Ada Maksud Lain Pembelian Tanah Situs Kerajaan Lamuri
Rabu, 20 Juni 2012 14:05 WIB
BOY NASHRUDDIN AGUS
BANDA ACEH - Penjualan tanah masyarakat di Lamreh yang terdapat situs sejarah Kerajaan Lamuri kepada pengusaha asal China, ditengarai sarat kepentingan, tidak hanya untuk pendirian lapangan golf saja.
“Bisa jadi ada yang ditargetkan dalam kawasan situs sejarah di Lamreh tersebut,” ujar anggota Komisi A DPRA, Teungku Harun saat ditemui anggota Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) di ruang Komisi B, Rabu 20 Juni 2012.
Kata Harun, keinginan pengusaha asal China itu mempunyai tujuan lain dan ia menduga ada keterkaitan dengan situs sejarah Lamuri yang ada di sana. “Jadi bukan semata-mata masalah lapangan golf saja," ujar Harun.
Ia mengatakan hal tersebut didasari atas kecurigaannya pada aktivitas perburuan benda-benda antik yang kerap dilakukan orang-orang China, terutama seperti emas dan giok yang kebiasaannya sering terdapat dalam situs-situs sejarah peninggalan jaman dulu.
Kemungkinan pembelian tanah di Lamreh itu, kata Teungku Harun, didasarkan atas adanya benang merah peninggalan leluhur mereka yang tertinggal di kawasan Lamuri.
Apalagi, kata dia, Lamuri merupakan kerajaan kuno di Aceh yang bercorak Hindu-Budha dan mempunyai hubungan dagang dengan negeri China tempo dulu.
Tapi Harun mengatakan ucapannya itu baru sebatas kecurigaan. Karena itu, DPRA nantinya akan memanggil masyarakat dan instansi terkait guna meminta penjelasan atas jual beli lahan dengan orang asing.
“Karena tidak mungkin masyarakat Lamreh bisa langsung memperjualbelikan tanah dengan orang asing tanpa perantara. Ini juga harus ditelusuri,” ujar Teungku Harun.[]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar