Lam Reh adalah nama sebuah gampong (kampung) di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Tempat ini dikenal di dunia internasional, karena terdapat peninggalan sejarah berupa benteng dan kompleks makam tua.
Kerajaan Lamuri
Dari isi tulisan (kaligrafi) batu nisan di kompleks makam, para peneliti arkelogi menduga, di tempat ini pernah berdiri sebuah kerajaan Islam yang umurnya lebih tua dari Kesultanan Samudera Pasai. Namanya Kerajaan/Kesultanan Lamuri.
Peneliti sejarah dan antropologi mengetahui adanya Kerajaan Lamuri dari catatan perjalanan penjelajah Cina bernama Ma-Huan yang menyebutkan nama Lam Poli. Catatan perjalanan lain yang berasal tahun 960, juga menyebutkan sebuah tempat bernama Lanli. Dalam Prasasti Tanjore yang ditulis tahun 1030, juga disebutkan nama IIamuri-Desam yang menjadi wilayah taklukan Kerajaan Sriwijaya. Dalam Kitab Nagarakrtagama yang ditulis Mpu Prapanca pada tahun 1365, disebutkan nama Lamuri sebagai taklukan Kerajaan Majapahit.
Nisan Plak Pling
Apakah Lam Poli, Lanli, Lamuri, dan IIamuri-Desam yang disebutkan di atas sama dengan Lam Reh ?
Itu sangat mungkin, karena di daerah Lam Reh terdapat situs arkeologi berupa reruntuhan benteng, jejak hunian berupa pecahan keramik, dan kompleks makam tua yang memiliki nisan bertuliskan huruf arab.
Menurut penelitian, dari sekitar 84 batu nisan yang ditemukan di 17 kompleks pemakaman, terdapat 28 batu nisan yang memiliki catatan sejarah. Dari kaligrafi di batu nisan, berhasil diungkap 10 nama orang yang diduga adalah raja.
Batu nisan di Lam Reh sangat unik. Penduduk setempat menyebutnya plak pling . Nisan plak pling biasanya digunakan pada makam penguasa atau ulama ternama pada awal penyebaran Islam di Aceh. Nisan ini bentuknya menyerupai tiang batu yang disebut lingga atau pun menhir . Nisan plak pling dihiasi relief bergambar flora, sudut geometris, dan kaligrafi arab.
Di Lam Reh terdapat makam Sultan Sulaiman bin Abdullah , yang wafat tahun 607 H (atau tahun 1211). Makam ini lebih tua dibandingkan makam Sultan Malikussaleh di Samudera Pasai yang wafat tahun 696 H (atau tahun 1296).
Kesultanan Samudera Pasai dikenal sebagai daerah asal mula penyebaran Islam di Indonesia. Dengan penemuan batu nisan di Lam Reh yang lebih tua dari Samudera Pasai, apakah itu artinya awal peradaban Islam di Indonesia dimulai dari Lam Reh?
Tak Terawat
Keadaan situs Lam Reh ini tidak terawat. Padahal, situs arkeologi yang diduga berasal pada abad 9 ini merupakan situs sejarah yang sangat berharga.
Karena situs ini luput dari perhatian pemerintah, upaya melestarikan dan menggali sejarah peninggalan di Lam Reh pun terabaikan. Malah akhir-akhir ini, tempat ini pun terancam rusak dengan rencana investor dari Cina yang tertarik mengelola daerah Lam Reh untuk dijadikan lapangan golf.
Ya, Lam Reh memang indah dan strategis. Daerah ini memiliki pantai Ujoeng Batee (ujung batu) yang indah dan langsung menghadap Laut Malaka. Bisa jadi, pada zaman dulu kala, Lam Reh memiliki pelabuhan yang sering disinggahi kapal-kapal dagang dari India, Persia, Cina, dan Eropa.
Bagi orang biasa seperti kita, Lam Reh hanya dikenal sebagai tempat bersejarah. Tetapi bagi peneliti sejarah dan arkelologi, Lam Reh adalah tempat yang sangat berharga yang harus dilindungi karena menyimpan artefak atau benda-benda arkelogi yang bernilai sejarah.
Kalau tidak diurus dan dibiarkan begitu saja tak dirawat, sangat mungkin artefak yang usianya sudah ratusan tahun itu dijarah dan dijual ke kolektor benda antik di luar negeri.
Penelitian tentang sejarah Lam Reh masih panjang. Apakah kamu berminat menelitinya?
Editor: Sigit Wahyu, Sumber foto: ikhwanuzair.blogspot.com, wikipedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar