Tinjauan
awal: Lamreh, Mesjid Raya, Aceh Besar, menyajikan tinggalan batu nisan
bersejarah yang unik, sekaligus juga "misteri" yang sulit dipecahkan.
Batu-batu nisan di perbukitan Lamreh yang diketahui secara umum
merupakan milik para raja dan
tokoh-tokoh agama ini rata-rata merujuk ke pertengahan abad ke-9 H/
ke-15 M, dan saya belum menemukan penanggalan lebih awal dari abad
tersebut.
Namun bagaimanapun, tinggalan sejarah itu dapat memastikan
akan adanya sebuah pusat pemerintahan Islam di pertengahan awal abad
ke-15 M yang berlokasi di kawasan situs tersebut. Saya menduga,
pemerintahan Islam di kawasan ini terkadang merupakan wilayah bagian
dari suatu pemerintahan regional kerajaan Islam lain tapi terkadang juga
merupakan wilayah yang memerintah secara mandiri di bawah seorang
sultan.
Melihat batu nisan tinggalan sejarah yang sudah begitu mapan pengerjaannya dari berbagai aspek, saya tidak meyakini bahwa batu nisan yang lumrah disebut dengan Plakpling ini merupakan batu nisan masa peralihan dari Hindu ke Islam. Saya justeru melihat bahwa warisan sejarah tersebut sebagai hasil dari suatu proses kebudayaan yang sudah berlangsung relatif lama, dan karena itu pula saya meyakini, Islam telah datang ke kawasan tersebut jauh lebih awal dari abad ke-15 M sampai kemudian berhasil mendirikan sebuah pemerintahan Islam.
Melihat batu nisan tinggalan sejarah yang sudah begitu mapan pengerjaannya dari berbagai aspek, saya tidak meyakini bahwa batu nisan yang lumrah disebut dengan Plakpling ini merupakan batu nisan masa peralihan dari Hindu ke Islam. Saya justeru melihat bahwa warisan sejarah tersebut sebagai hasil dari suatu proses kebudayaan yang sudah berlangsung relatif lama, dan karena itu pula saya meyakini, Islam telah datang ke kawasan tersebut jauh lebih awal dari abad ke-15 M sampai kemudian berhasil mendirikan sebuah pemerintahan Islam.
Tapi hal yang
membingungkan adalah darimana kesenian rupa yang diperagakan batu nisan
Plakpling ini berasal? Boleh jadi dari kebudayaan India
Selatan--sebagaimana pendapat sebagian orang--tapi saya belum yakin, dan
saya belum pernah melihat bukti konkrit untuk itu. Saya pun belum
pernah menjumpai bukti terhadap adanya kebudayaan awal yang telah
melatarbelakangi kesenian yang demikian rupa di Aceh, atau dengan kata
lain: apa sebenarnya yang telah menginspirasi seniman Muslim kala itu
untuk memahat batu nisan yang begitu rupa?
Ada yang mau membantu memberikan alternatif jawaban?
Oleh : Tgk Taqiyuddin Muhammad.
Gambar: Arkheolog Deddy Satria tampak sedang membersihkan nisan Plakpling (nisan tinggalan dari Kerajaan Islam Lamuri) di bukit Lamreh.
Krueng Raya Aceh Besar, 08/02/2012
Ada yang mau membantu memberikan alternatif jawaban?
Oleh : Tgk Taqiyuddin Muhammad.
Gambar: Arkheolog Deddy Satria tampak sedang membersihkan nisan Plakpling (nisan tinggalan dari Kerajaan Islam Lamuri) di bukit Lamreh.
Krueng Raya Aceh Besar, 08/02/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar