Rabu, 26 September 2012

Masyarakat Aceh Desak Pemerintah Selamatkan Situs Lamuri

Sabtu, 22 September 2012 13:17 WIB

RUSLAN JR

SENGKETA belum selesai antara investor yang berkeinginan mendirikan lapangan golf dengan masyarakat yang menginginkan kawasan di Bukit Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar, itu dimasukkan dalam situs sejarah yang harus dilindungi. Masalah ini pun terus berlarut-larut.

Terkesan bahwa ini memang disengaja untuk mengulur–ulur waktu penghentian sepenuhnya pembangunan lapangan golf. Hingga kini belum ada keputusan final terkait masih atau tidaknya pendirian lapangan golf dilaksanakan.

Muklis Basyah selaku Bupati Aceh Besar tak ingin berkomentar lebih banyak terkait hal ini. Seperti yang diberitakan, pria yang akrab disapa Adun (abang) Muklis ini berkata akan mencari solusi. Ketegasan bupati sangatlah diperlukan karena keputusan pembatalan sebagian besar berada pada dirinya. Bila Adun Muklis memutuskan membatalkan pembangunan lapangan golf, sudah ada landasan kuat untuk segera menghentikan proyek yang dibiayai investor tersebut.

Harapan untuk pembebasan Lamuri sebelumnya sudah pernah terdengar dari gedung wakil rakyat Aceh. Abdullah Saleh, anggota DPRA dari fraksi Partai Aceh pada waktu itu berjanji masalah Lamuri akan segera mereka selesaikan. Tapi, sampai saat ini janji itu belum juga dipenuhi. Padahal ada dua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang telah mengunjungi DPR Aceh, yaitu Masyarakat Peduli Sejarah Aceh dan The Atjeh Ethnic Institute.

Kepada kedua LSM itu lagi–lagi anggota DPRA menjanjikan untuk segera menuntaskan masalah situs sejarah yang berada di Gampong Lamreh tersebut. Perihal Lamuri ini tidak boleh diabaikan begitu saja karena terkait identitas sejarah Aceh ke depan. Cukup sudah Aceh kehilangan sejarahnya. Mulai dari kawasan dalam Kesultanan Aceh Darussalam, kawasan tempat berdirinya istana Daruddonya yang telah berubah menjadi TPA (tempat pembuangan akhir), manuskrip–manuskrip yang tersebar di berbagai negara dan bukti sejarah lainnya. Suatu saat itu akan ditanyakan keberadaannya oleh generasi Aceh mendatang.

Banyak hal yang telah diupayakan oleh Mapesa dan LSM lain yang memiliki kepedulian akan keberadaan situs–situs sejarah Aceh. Mereka mengajak masyarakat agar memberikan perhatiannya pada hal yang sedang menimpa situs Lamuri ini. Tanpa peran serta dari masyarakat, tak ada gunanya imbauan yang mereka sampaikan.

Untuk mengantisipasi situs di Lamreh dari kerusakan atau kepunahan, tak ada cara lain selain menolak pembangunan lapangan golf. Bila bukan kita yang melindungi situs sejarah Aceh, lantas siapa lagi? Oleh sebab itu, marilah kita semua saling bahu-membahu menyelamatkan warisan sejarah Aceh tersebut.

Jangan biarkan tempat nenek moyang kita diobrak-abrik untuk kepentingan kapitalis–kapitalis asing yang nenek moyangnya dahulu pernah menyerang Lamuri di bawah pimpinan panglima perempuan bernama Nian Nio Lian Khi. Segera bebaskan Lamuri.

RUSLAN JR, Tokoh Masyarakat Aceh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar