Selasa, 13 November 2012 07:40 WIB
THE GLOBE JOURNAL
Banda Aceh - Sejumlah LSM dan Ormas mengadakan pertemuan pada hari Senin (12/11) membahas upaya penyelamatan situs sejarah Lamuri yang terletak di Aceh Besar. Pasalnya situs ini akan dijadikan lapangan golf oleh Pemerintah Aceh Besar dengan melibatkan investor asing.
Pemerhati sejarah Aceh, Adli Abdullah Bawarith yang hadir pada pertemuan tersebut mengatakan karena ketidakpedulian pemerintah terhadap situs tersebut, wilayah kerajaan Lamuri/Lanwuli sekarang diklaim berada di Jambi. “Padahal bukti-bukti sejarah menunjukkan Lamuri berada di Aceh.
Maka hal ini perlu dijaga sebagai pembuktian sejarah”. Adli menambahkan dalam penelitian Edward Mc Kinnon disebutkan Lamuri menyimpan banyak sejarah, “Pernah ada pelabuhan besar di sana, banyak kapal-kapal asing tenggelam pada masa itu.
Saat ini kawasan Lamuri penuh dengan makam-makam pahlawan, raja dan saudagar yang tidak terawat,”ujarnya kembali.Hal senada juga disampaikan Mustafa Kasim dari Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Provinsi Aceh (APDESI). Dia berharap agar pemerintah dapat melestarikan situs-situs sejarah yang ada di Aceh. “Pemerintah Aceh Besar agar mencari lokasi lain dan tidak mengganggu tempat-tempat bersejarah seperti kawasan Lamuri dan sekitarnya”.
Pertemuan membahas nasib Lamuri yang difasilitasi oleh Forum LSM Aceh menghasilkan beberapa keputusan. Diantaranya terbentuknya Forum Penyelamatan Situs Sejarah Lamuri (ForLamuri) yang beranggotakan sekitar 30 LSM dan Ormas yang terdiri dari berbagai unsur yaitu unsur akademisi, ulama, santri, aktifis sejarah dan kebudayaan, pegiat lingkungan, HAM, anti korupsi dan lainnya.
ForLamuri juga merencanakan bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk meminta membatalkan pembangunan lapangan golf di atas situs tersebut dan melindungi kawasan tersebut dari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak nilai sejarah. LSM/Ormas yang terlibat:
1. Pusat Kajian Peradaban dan Sejarah Aceh
2. Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA)
3. Forum LSM Aceh
4. Koalisi NGO HAM
5. Pusat Kebudayaan Aceh-Turki
6. Rumoh Manuskrip Aceh
7. WALHI
8. MaTA
9. Forum Peneliti Aceh
10. JKMA
11. GeRAK Aceh
12. APDESI (Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia) DPD-Aceh
13. AEI (Aceh Ethnic Institute)
14. ISKADA (Ikatan Santri Kader Dakwah) Aceh
15. AJMI
16. IPSA (Ikatan Penulis Santri Aceh)
17. CISAH (Central Information for Samudera Pase Heritage)
18. Balai Sastra Samudera Pase
19. MAPESA
20. Dewan Dakwah Islamiah Indonesia Aceh
21. AIRA
22. Aceh Institute
23. FJPI (Forum Jurnalis Perempuan Indonesia) Aceh
24. IDEAS
25. CCDE
26. YPSDI
27. KontraS Aceh
28. Lembaga Unoe Itam
29. Koalisi Peduli Aceh
30. ICA (Ikatan Cendekiawan Aceh)
[004-rel]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar